Penyakit pada Domba: Identifikasi, Pencegahan, dan Penanganan yang Tepat

26 Februari 2024
Penyakit pada Domba: Identifikasi, Pencegahan, dan Penanganan yang Tepat

Memulai bisnis peternakan domba bisa menjadi langkah yang menjanjikan, terutama mengingat harga daging domba yang cukup tinggi saat ini. Namun, seperti halnya bisnis lainnya, ternak domba juga memiliki tantangan tersendiri, salah satunya adalah berbagai penyakit pada domba yang harus ditangani dengan tepat.

Untuk memastikan bisnis ternak domba berjalan lancar, penting untuk memahami jenis-jenis penyakit yang mungkin menyerang serta langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang tepat. Untuk itu, Domba Dorsip akan menjelajahi beberapa penyakit pada domba, penyebabnya, serta cara mencegah dan menanganinya di bawah ini!

Apa Saja Penyakit Pada Domba Dan Cara Menanganinya?

Domba, seperti makhluk hidup lainnya, rentan terhadap berbagai penyakit yang dapat memengaruhi kesehatan dan produktivitas mereka. Berikut ini adalah beberapa penyakit pada domba yang paling umum terjadi dan harus dipahami oleh para peternak domba.

1. Mencret/Diare

Mencret pada domba merupakan masalah umum yang terkait dengan gangguan sistem pencernaan. Penyakit ini dapat disebabkan oleh bakteri Escherichia coli yang berkembang pesat dalam lingkungan kandang yang tidak bersih serta pakan yang rusak atau berjamur. Pemberian hijauan yang masih muda juga dapat menyebabkan timbulnya penyakit ini.

Gejala klinis penyakit ini pada domba melibatkan diare yang parah dan dehidrasi. Untuk mengatasi masalah ini, pemberian obat kemoteraupetika dan antibiotik seperti sulfa dapat membantu, serta harus didampingi dengan pemberian cairan elektrolit seperti oralit atau air garam dengan gula sebagai pengganti cairan tubuhnya dan penting untuk meningkatkan kebersihan kandang dan pakan yang diberikan.

2. Radang Pusar

Radang pusar umumnya terjadi pada anak domba yang baru lahir akibat pemotongan pusar yang tidak bersih dan tali pusar yang terkontaminasi kotoran kandang. Gejalanya melibatkan pembengkakan dan kemerahan di sekitar pusar. Pencegahannya dapat dilakukan dengan mencelupkan tali pusar cempe yang baru lahir kedalap iodin atau larutan antiseptik, ini harus dilakukan sesering mungkin sampai tali pusar mengering. Pengobatannya bisa melalui pembersihan dan perawatan pusar dengan air hangat serta antiseptik, disertai pemberian antibiotik untuk mencegah infeksi.

3. Cacar Mulut/Orf

Penyakit ini disebabkan oleh virus dan biasanya menyerang domba dalam kandang koloni yang padat. Gejalanya munculnya lepuhan atau keropeng di sekitar mulut dan hidung yang tidak ditumbuhi bulu, dan kadang-kadang di kaki. Penyakit ini dapat menular ke sesama ternak sehingga ternak yang terkena perlu dikarantina. Domba yang terinfeksi biasanya akan kesulitan makan dan minum. Pengobatan untuk penyakit ini bisa berupa pemberian antibiotik spektrum luas, anti radang serta multivitamin. Selanjutnya, pengerokan keropeng sampai terkelupas lalu diolesi dengan antiseptik iodin.

4. Tidak Mau Makan

Nafsu makan yang berkurang bisa menjadi tanda awal berbagai penyakit pada hewan, atau bahkan merupakan respons terhadap stres. Penting untuk memeriksa penyebabnya dengan cermat dan memberikan perawatan yang sesuai. Pemberian pakan yang tepat serta lingkungan kandang yang bersih dengan sirkulasi yang baik dapat menurangi stres. Pemeriksaan rutin kesehatan domba, bersama dengan lingkungan yang stabil, dapat membantu mencegah kejadian ini.

Baca juga: Cara Ternak Domba Modern beserta Teknologi Terkini untuk Keuntungan Beternak

5. Radang Limpa

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis dan dapat menyebabkan gejala demam tinggi, keluarnya darah dari hidung dan anus. Mengidentifikasi gejalanya sejak dini dan memberikan antibiotik dapat membantu dalam penanganan penyakit ini. Penting untuk melaporkan kasus ini ke pihak berwenang agar tindakan pencegahan dapat segera diambil.

6. Penyakit Mulut Dan Kuku

Domba yang terkena penyakit mulut dan kuku dapat mengalami melepuh pada dua bagian tersebut. Penyakit ini dapat menular dengan cepat. Penting untuk melaporkan kasus ini kepada petugas setempat agar dapat diambil tindakan cepat untuk mencegah penyebaran dengan cara vaksinasi. Pencegahannya dapat dilakukan dengan rutin desinfektan area kandang dan mengkarantina ternak yang yang baru masuk ke kandang kita.

7. Perut Kembung

Pakan yang rusak berjamur, dan terfermentasi dapat menyebabkan perut kembung pada domba. Gejalanya melibatkan perut yang membesar pada satu sisi dan kesulitan buang air besar. Pencegahan terbaik melibatkan pemberian pakan yang sesuai dan menjaga kebersihan kandang serta menjaga sirkulasi kandang agar tidak terkena terpaan angin secara langsung.

8. Cacingan

Infeksi cacing dapat menyebabkan nafsu makan menurun, kelemahan, dan diare. Pemberian obat cacing secara rutin diperlukan untuk mencegah infeksi. Selain itu, menjaga kebersihan kandang dan pemilihan pakan yang bersih dan berkualitas juga dapat membantu mencegah cacingan.

9. Kudis/Scabies

Kudis pada domba dapat disebabkan oleh kutu dan dapat menyerang dari segala usia dan dapat menular kesesamanya sehingga ternak yang terkena penyakit ini harus dipisahkan dari ternak lain. Gejalanya termasuk kulit yang mengelupas dan gatal. Pengobatan yang dilakukan dapat berupa pemberian salep yang mengandung sulfur atau suntikan antiparasit. Kebersihan kandang juga penting untuk mencegah penyebaran penyakit ini.

Baca juga: Jenis-Jenis Domba di Indonesia yang Cocok untuk Diternakkan

Apa Penyebab Domba Terkena Penyakit?

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan penyakit pada domba, dan peternak harus memahami hal ini agar dapat mencegah dan menanganinya dengan baik. Berikut ini adalah beberapa penyebab umum mengapa yang menyebabkan penyakit pada domba.

1. Kandang Yang Kotor

Kotoran yang menumpuk di kandang bisa menyebabkan pertumbuhan bakteri, virus, dan parasit. Kebersihan kandang yang buruk tidak hanya memengaruhi kesehatan domba, tetapi juga mempercepat penyebaran penyakit di antara kawanan domba secara keseluruhan. Oleh karena itu, menjaga kebersihan kandang dengan membersihkannya secara teratur adalah langkah utama dalam pencegahan.

2. Pemberian Pakan Yang Tidak Tepat

Pakan yang tidak sesuai dengan kebutuhan nutrisi domba dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh mereka. Nutrisi yang kurang atau berlebihan dapat membuat domba lebih rentan terhadap penyakit. Sebagai peternak, kamu harus memastikan bahwa pakan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan gizi domba dan dalam kondisi yang baik.

3. Bibit Domba Yang Tidak Sehat

Kesehatan bibit domba adalah hal penting yang harus diperhatikan oleh para peternak. Bibit domba dari induk yang sering sakit dapat membawa kelemahan imunitas tubuh tersebut kepada keturunannya. Oleh karena itu, pemilihan bibit domba yang sehat dan pemantauan kesehatan induk dapat membantu mencegah penularan penyakit dari generasi ke generasi.

Dalam mengelola bisnis peternakan domba, pemahaman mendalam terkait penyakit pada domba adalah kunci keberhasilan. Peternak harus bisa mendeteksi dan mengidentifikasi gejala dengan cepat, sekaligus menerapkan langkah-langkah pencegahan yang efektif dapat menjaga kesehatan dan produktivitas kawanan.

Web banner domba dorsip

Apabila kamu tertarik untuk memulai peternakan domba, atau ingin menambah jumlah domba di peternakanmu, Domba Dorsip adalah pihak yang jual domba Dorper dengan kualitas terbaik. Selain domba Dorper, kamu juga bisa menemukan jenis domba lainnya yang tidak kalah oke. Penasaran? Langsung saja hubungi Domba Dorsip untuk mendapatkan informasi lebih lanjut!

About 

Dombadorsip.com merupakan website jual domba online bibit genetik unggulan dan terpercaya. Domba Dorsip Farm menyediakan domba dengan kualitas genetik terpercaya dan unggulan. Domba Dorsip Farm juga melayani impor lengkap dari kandang karantina Australia sampai kandang karantina setempat.